Dosen Kimia FMIPA UNM Melatih Istri-istri Petani Membuat Tepung Pisang dan Aneka Olahannya

Pinrang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan sentra penghasil komoditi pertanian berupa beras, juga memiliki potensi pertanian berupa tanaman pisang.Hampir di sepanjang pematang sawah dan kebun para petani selalu menanam pohon pisang.Melimpahnya sumber daya alam berupa pisang ini mengakibatkan adanya surplus atau kelebihan pisang.Melimpah ruahnya hasil pertanian pisang tidak serta merta menjadi potensi, tanpa diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan pisang maka meruahnya pisang di Pinrang memumculkan permasalahan yang baru.

Pisang merupakan buah yang banyak dikonsumsi dalam bentuk segar. Permasalahan konsumsi dalam bentuk segar adalah mudah rusak dan cepat mengalami perubahan mutu setelah panen, karena memiliki kandungan air tinggi dan aktifitas proses metabolismenya meningkat setelah dipanen. Kelompok masyarakat penghasil pisang hanya mengetahui bagaimana memproduksi pohon pisang, dan mengolahnya menjadi produk jadi (langsung dikonsumsi) jika tertunda penggunaannya atau tidak semua pisang dapat dipasarkan/dikonsumsi, maka akan menjadi lewat masak dan rusak, sehingga tidak dapat dikonsumsi lagi. Hal ini menyebabkan banyak pisang dijual dengan harga yang rendah, bahkan terbuang percuma. Oleh karena itu perlu ada upaya yang dapat mengatasi kendala tersebut, dan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan produk olahan pisang setengah jadi (menjadi bahan baku untuk pengolahan pangan lainnya). Produk setengah jadi  yang berprospek baik untuk dikembangkan adalah tepung pisang.

Tepung pisang adalah salah satu cara pengawetan pisang dalam bentuk olahan yang dianggap lebih praktis dan lebih efisien baik dari segi ketahanan maupun kegunaannya.Cara membuatnya cukup mudah, sehingga dapat diterapkan di daerah perkotaan maupun pedesaan. Beberapa olahan lain bernilai ekonomis yang bisa dibuat berbahan dasar tepung pisang adalah kue kering tepung pisang, cake tepung pisang, kue pasir, kue lapis tepung pisang dan masih banyak lagi.

Pelaksanaan pelatihan dilakukan terlebih dahulu memberikan materi tentang proses pengolahan pisang menjadi tepung pisang yang kemudian dilakuakn proses tanya jawab dengan peserta agar peserta dapat lebih paham secara detail tentang pembuatan tepung pisang. Hasil tanya jawab antara tim pemateri dengan peserta pelatihan dan penyuluhan menunjukkan, bahwa hamper keseluruhan peserta sangat tertarik untuk mengetahui proses pengolahan pisang menjadi tepung pisang dan menurut para peserta ini merupakan inovasi baru yang dapat bermanfaat bagi para petani pisang dan masyarakat. Umumnya peserta hanya mengetahui cara mengolah pisang menjadi produk jadi (langsung dikonsumsi)

Penyampaian materi pelatihan dilakukan  menggunakan metode penjelasan, diskusi dan tanya jawab, dimana materi  tentang pengolahan pisang menjadi tepung pisang serta pemanfaatan tepung pisang menjadi berbagai olahan makanan, yang dibawakan ketua tim pelaksana, yakni Dr. Pince Salempa, M.Si. dan di bantu oleh Dr. Hasri, M.Si dan Dr. Eng. Sulfikar, S.Si., M.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *