TAKALAR — Dalam upaya mewujudkan transformasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif, Jurusan Kimia Universitas Halu Oleo (UHO) berkolaborasi dengan Jurusan Kimia Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Internal Kolaborasi.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Guru-Guru Kimia Kabupaten Takalar Melalui Pelatihan Penyusunan Micro-Module“ ini sukses diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di SMAN 1 Takalar, Kabupaten Takalar.
Program pengabdian ini hadir sebagai respons proaktif atas kebutuhan para guru untuk mengembangkan bahan ajar yang inovatif, praktis, dan sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Penggunaan micro-module (modul berukuran mikro) dinilai sangat efektif untuk memecah materi kimia yang kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh siswa.


Kegiatan ini menjadi istimewa karena mempertemukan para akademisi dan pakar pendidikan kimia dari dua perguruan tinggi negeri terkemuka di kawasan timur Indonesia. Tim dosen yang turun langsung membimbing dan mendampingi para guru kimia di Kabupaten Takalar terdiri dari:
Tim Universitas Halu Oleo (UHO):
Tim Universitas Negeri Makassar (UNM):
Mewakili tim pengabdi dari Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Aceng Haetami, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi dan dasar.
“Kolaborasi antara UHO dan UNM ini merupakan langkah strategis sekaligus wujud komitmen bersama kami untuk saling berbagi best practices (praktik baik) demi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di kawasan timur Indonesia. Kami berharap sinergi ini tidak hanya terhenti pada pelatihan hari ini, melainkan dapat terus berlanjut pada program-program inovatif lainnya yang mampu memberdayakan para guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif,” ungkap Dr. Aceng.
Senada dengan semangat sinergi tersebut, perwakilan tim pengabdi UNM, Prof. Dr. Jusniar, menambahkan bahwa program ini adalah wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung ke masyarakat.


“Ilmu kimia sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh siswa. Melalui micro-module dan panduan booklet yang kami sediakan, kami berharap guru-guru di Kabupaten Takalar dapat menyajikan materi secara bite-sized (mudah dicerna), sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Takalar selama sesi diskusi dan praktik mandiri. Mereka merasa mendapatkan wawasan strategis mengenai cara menyederhanakan materi tanpa mengurangi esensi keilmuan kimia itu sendiri.
Melalui program kemitraan yang komprehensif ini, UHO dan UNM berharap kompetensi pedagogik maupun profesional guru-guru kimia di Kabupaten Takalar dapat terus meningkat, yang pada gilirannya akan bermuara pada peningkatan kualitas dan prestasi belajar siswa di sekolah.
